NeoBo adalah sebuah grammar atau tata Bahasa visual yang lahir dari pembacaan ulang terhadap Borobudur salah satu bagian dari budaya Nusantara. Lebih dari sekadar gaya artistik, NeoBo menawarkan seperangkat prinsip untuk mencipta, memahami, dan mengalami dunia melalui bahasa visual.
NeoBo lahir dari keyakinan bahwa visual bukan hanya sarana representasi, melainkan cara membentuk pengalaman. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, NeoBo menawarkan sebuah grammar yang menghubungkan kembali ruang, waktu, manusia, dan imajinasi.
NeoBo memandang visual sebagai sistem yang mengorganisasi pengalaman. Setiap bentuk, ruang, warna, dan ritme bekerja bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk membangun cara baru dalam mengalami dunia.
NeoBo adalah sistem visual lintas disiplin yang dapat diterapkan pada seni rupa, desain, arsitektur, animasi, pendidikan, hingga budaya visual kontemporer.
Grammar Visual NeoBo atau tata bahasanya terdiri atas seperangkat prinsip yang mengatur hubungan antara ruang, waktu, bentuk, warna, dan perhatian sehingga membentuk pengalaman visual yang utuh. Di dalamnya ada unsur-unsur: Spiral (Pradaksina), Fraksionasi, Rasio kepadatan 4:3:2, Sunyata, RWD, Simultanitas, Deformasi simbolis, Kedatara aktif, Warna papat Sedulur papat lima pancer.